Senin, 05 Desember 2011

BAB III METODE PENELITIAN



A.  Jenis Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan studi kasus. Penelitian studi kasus adalah penelitian yang melakukan penyelidikan secara mendalam mengenai objek tertentu untuk memberikan gambaran yang lengkap mengenai objek tertentu.

B.  Tempat Penelitian dan Waktu Penelitian
1.    Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Sendawar, Kutai Barat.
2.    Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2012

C.  Subjek dan Objek Penelitian
1.    Subjek Penelitian
Subjek penelitian atau responden adalah pihak-pihak yang dijadikan sebagai sampel dalam sebuah penelitian. Subjek dari penelitian ini adalah:
a.    Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sendawar
b.    Guru dan karyawan SMA Negeri 2 Sendawar
c.    Siswa – siswi SMA Negeri 2 Sendawar
d.   Orang tua/wali murid SMA Negeri 2 Sendawar
2.    Objek Penelitian
Objek penelitian adalah variabel-variabel yang menjadi perhatian peneliti. Objek penelitian ini adalah data yang dibutuhkan dalam pengukuran keempat perspektif dalam metode balanced scorecard, antara lain laporan keuangan sekolah untuk periode 2009 dan 2010, kuesioner untuk menilai kepuasan pelanggan, kepala sekolah dan guru-karyawan serta data arsip sekolah.

D.  Data yang dibutuhkan
Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini antara lain:
1.    Gambaran umum sekolah, antara lain meliputi sejarah sekolah, budaya, visi dan misi sekolah.
2.    Data yang dibutuhkan dalam pengukuran kinerja berdasarkan empat perspektif dalam metode balanced scorecard, antara lain:
a.    Perspektif pelanggan
1)   Didapat dari hasil kuesioner kepuasan pelanggan
b.    Perspektif keuangan
1)   Didapat dari laporan keuangan sekolah tahun 2009 dan 2010
c.    Perspektif proses bisnis internal
1)   Hasil kuesioner kepuasan kepala sekolah
2)   Data dokumentasi sekolah dan wawancara dengan karyawan sekolah

d.   Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan
1)   Hasil kuesioner kepuasan guru dan karyawan sekolah
2)      Hasil kuesioner kepuasan kepala sekolah
3)   Data dokumentasi sekolah dan hasil wawancara dengan karyawan

E.   Populasi dan Sampel
Populasi dari penelitian ini adalah staff dan pelanggan SMA Negeri 2 Sendawar. Berdasarkan populasi tersebut peneliti menggunakan metode pengambilan sampel secara non probabilitas (pemilihan non-random), yaitu:
1.    Convenience Sampling
Convenience sampling atau pengambilan sampel secara nyaman dilakukan dengan memilih secara bebas sekehendak peneliti. Teknik ini digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan eksternal, yaitu orang tua/wali murid SMA Negeri 2 Sendawar secara umum, yaitu seluruh orang tua/wali siswa dari kelas X – kelas XII. Untuk pelanggan internal, akan dipilih siswa-siswa kelas XI dan kelas XII.
2.    Purposive Sampling
Pengambilan sampel bertujuan (purposive sampling) dilakukan dengan mengambil sampel dari populasi berdasarkan suatu kriteria tertentu. Teknik ini digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan internal, yaitu siswa-siswi SMA Negeri 2 Sendawar.
Kriteria yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah:
a.    Siswa-siswi SMA Negeri 2 Sendawar
b.    Siswa-siswi tersebut adalah siswa-siswi kelas XI dan XII tahun ajaran 2011/2012, dengan pertimbangan bahwa siswa-siswa tersebut sudah beberapa tahun bersekolah di SMA Negeri 2 Sendawar.

F.   Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:
1.    Wawancara: diperoleh secara langsung melalui para staff SMA Negeri 2 Sendawar.
2.    Dokumentasi: diperoleh melalui data yang dimiliki SMA Negeri 2 Sendawar dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Barat.
3.    Kuesioner
Kuesioner ditujukan kepada:
a.    Guru dan karyawan SMA Negeri 2 Sendawar
b.    Kepala sekolah SMA Negeri 2 Sendawar
c.    Pelanggan internal sekolah, yaitu siswa-siswi kelas XI dan XII tahun ajaran 2011/2012.
d.   Pelanggan eksternal, yaitu orang tua/wali murid tahun ajaran 2011/2012.

G.  Teknik Analisis Data
Untuk menjawab pertanyaan mengenai kinerja SMA Negeri 2 Sendawar dengan menggunakan metode balanced scorecard, maka analisa yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:
1.    Mengetahi visi dan misi sekolah.
2.    Menterjemahkan visi dan misi sekolah kedalam empat perspektif yang ada dalam metode balanced scorecard.
3.    Mengumpulkan, menganalisa dan membahas data yang dibutuhkan dalam pengukuran kinerja sekolah berdasarkan empat perspektif.
a.    Perspektif Pelanggan
Data yang dibutuhkan adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner, yang ditujukan kepada siswa-siswi dan orang tua/wali murid. Skala yang digunakan untuk kuesioner adalah skala likert. Kuesioner tersebut antara lain terdiri dari kuesioner kepuasan siswa-siswi dan kuesioner kepuasan orang tua/wali murid. Hasil kuesioner dianalisa berdasarkan total skor yang diperoleh masing-masing responden.
b.    Perspektif Keuangan
Data yang dibutuhkan adalah data sekunder yang diperoleh dari data arsip sekolah dan Dinas Pendidikan kabupaten Kutai Barat, yaitu laporan keuangan sekolah periode 2001 dan 2010. Dari laporan keuangan ini akan dianalisa dengan menggunakan rasio kinerja operasi.
Rasio kinerja operasi menunjukkan tingkat operasoinalisasi lembaga selama periode yang diukur. Rasio ini menggambarkan seberapa baik suatu kegiatan dilakukan. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1)   Rasio biaya operasional terhadap total biaya program
Rasio ini menggambarkan berapa besar perbandingan antara biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan yang tidak terikat langsung dengan misi sekolah dengan biaya yang terkait langsung dengan program sekolah. Rasio yang besar menunjukkan bahwa sekolah membutuhkan banyak biaya administrasi dalam menjalankan programnya. Sebaliknya rasio yang kecil dari tahun ketahun menunjukkan sekolah yang makin efisien. Rasio ini diperoleh dengan rumus:
a.1. total biaya administrasi non program = (biaya manajemen umum+biaya pencarian dana)
a.2. total biaya program = (program A+program B+ .........+program n)
2)   Rasio biaya program ke pendapatan dari pemerintah daerah
     Rasio ini diperoleh dengan rumus:
Apabila hasil perhitungan rasio menunjukkan nilai lebih dari satu berarti sekolah memiliki sumber dana lain untuk membiayai programnya. Semakin tinggi rasio ini menunjukkan bahwa kinerja sekolah semakin baik karena biaya program sekolah tidak ditentukan oleh besar kecilnya pendapatan dari sumbangan.
3)   Rasio surplus
Yaitu rasio surplus dengan pendapatan. Rasio ini menunjukkan seberapa jauh sekolah mampu mengumpulkan surplus untuk bertahan dan mengembangkan misinya.

4)   Biaya rata-rata per siswa
Yaitu seluruh biaya anggaran pengeluaran sekolah pertahun dibagi jumlah seluruh siswa. Ukuran ini menunjukkan tingkat efisiensi pengelolaan sekolah.
5)   Rasio pendapatan kegiatan usaha
Yaitu rasio antara jumlah pendapatan dari kegiatan usaha dan jumlah seluruh pendapatan. Rasio ini menunjukkan tingkat kemampuan sekolah mencari sumber dana. Semakin tinggi rasio, semakinn tinggi pula kemampuan sekolah menggali dana dari luar.
c.    Perspektif Proses Bisnis Internal
Data yan dibutuhkan adalah data primer dan data sekunder.
1)   Data primer
Data primer adalah data yang didapat dari sumber-sumber asli. Data primer didapat dari kuisioner yang ditujukan kepada kepala sekolah SMA Negeri 2 Sendawar. Hasil kuesioner dianalisa berdasarkan total skor yang diperoleh.
2)   Data sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Data sekunder diperoleh dari arsip yang dimiliki sekolah.
d.   Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan
Data yang adalah data primer dan data sekunder.
1)   Data primer
Data yang dibutuhkan adalah kuesioner tentang kepuasan guru dan karyawan, kepuasan kepala sekolah. Hasil kuesioner dianalisa berdasarkan total skor yang diperoleh masing-masing responden.
2)   Data sekunder
Data sekunder yang dibutuhkan untuk pengukuran kinerja sekolah menurut perspektif pembelajaran dan pertumbuhan antara lain meliputi informasi tentang retensi karyawan dan guru, produktivitas karyawan dan kompetensi guru dan karyawan.
4.    Penentuan kriteria penilaian kinerja masing-masing ukuran stategik
a.    Data primer
Penilaian data primer yang bersumber dari empat kelompok responden dilaksanakan berdasarkan kriteria sebagai berikut:
Tabel 1. Kriteria Penilaian Kinerja untuk Data Primer
Kategori
Skor
Penilaian Kinrja
Sangat Puas
5
Sangat Baik
Puas
4
Baik
Netral
3
Sedang
Kurang Puas
2
Kurang Baik
Tidak Puas
1
Tidak Baik

b.    Data sekunder
Data sekunder yang dibutuhkan bersumber pada laporan keuangan periode 2009-2010. Penilaian ukuran stategik perspektif keuangan ditentukan berdasarkan kriteria berikut:


Tabel 2. Kriteria Penilaian Ukuran Strategik Perpsketif Keuangan
No
Ukuran Stategik
Kriteria
Skor
Penilaian Kinerja
1
Rasio biaya operasional terhadap biaya program
R1>R2
R1=R2
R1<R2
3
2
1
Baik
Sedang
Kurang
2
Rasio biaya program ke pendapatan dari pemerintah daerah
R1>R2
R1=R2
R1<R2
3
2
1
Baik
Sedang
Kurang
3
Rasio surplus
R1>R2
R1=R2
R1<R2
3
2
1
Baik
Sedang
Kurang
4
Biaya rata-rata per siswa
B1>B2
B1=B2
B1<B2
3
2
1
Baik
Sedang
Kurang
5
Rasio pendapatan kegiatan usaha
R1>R2
R1=R2
R1<R2
3
2
1
Baik
Sedang
Kurang
Keterangan:
R1 = rasio tahun ke 1                        R2 = rasio tahun ke 2
B1 = biaya rata-rata tahun ke 1        B2 = biaya rata-rata tahun ke 2

5.    Penentuan kriteria penilaian kinerja masing-masing perspektif
a.    Kriteria penilaian kinerja perspektif pelanggan, proses bisnis internal dan pembelajaran dan pertumbuhan
Dalam pengukuran kinerja, ditentukan rentang nilai yang dapat digunakan untuk memberikan penilaian kinerja dari ukuran stategik. Penentuan rentang nilai (range) ditentukan berdasarkan rata-rata skor akhir yang diperoleh masing-masing perspektif. Karena penilaian skor yang didapat merupakanangka desimal, maka penentuan nilainya pun dalam bentuk batas atas dan batas bawah. Rentang nilai dan kriteria tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 3. Kriteria Penilaian Sekolah untuk Masing-Masing Perspektif
Rentang Nilai
Skor Akhir
Kriteria Penilaian Kinerja
1,0 – 1,8
1
Buruk
1,9 – 2,6
2
Kurang
2,7 – 3,4
3
Sedang
3,5 – 4,2
4
Baik
4,3 – 5,0
5
Sangat Baik

Penentuan rentang nilai untuk rata-rata skor dianggap sudah memasuki ke tingkat selanjutnya yang lebih tinggi apabila sudah melebihi 0,8. Rentang nilai ini ditentukan berdasarkan rentang penilaian kinerja masing-masing ukuran stategik antara 1 (buruk) sampai 5 (sangat baik) dibagi 5, yaitu kriteria penilaian kinerja buruk, kurang baik, sedang, baik dan sangat baik.
b.    Kriteria penilaian kinerja perspektif keuangan
Kinerja sekolah dilihat dari perspektif keuangan dinilai berdasarkan kriteria berikut ini:
Tabel 4. Kriteria Penilaian Kinerja Perspektif Keuangan
Tingkat Pencapaian Ukuran Strategik
Skor
Kriteria Penilaian Kinerja
6
5
Sangat Baik
5
4
Baik
4
3
Sedang
3
2
Kurang Baik
≤2
1
Buruk

6.    Penentuan kriteria penilaian kinerja sekolah secara keseluruhan
Untuk dapat menyimpulkan hasil akhir dari keseluruhan perspektif maka terlebih dahulu perlu ditetapkan suatu rentang nilai yang dapat digunakan sebagai pedoman baik buruknya suatu organisasi dilihat dari keempat perspektif. Rentang nilai ini ditentukan berdasarkan rentang penilaian kinerja masing-masing perspektif antara 1 (buruk) sampai 5 (sangat baik), yaitu kriteria penilaian buruk, kurang baik, sedang, baik dan sangat baik.
Karena penilaian skor yang didapat merupakan angka desimal, maka penentuan nilanya pun dalam bentuk batas bawah dan batas atas. Penentuan rentang nilai untuk skor akhir dianggap sudah memasuki ke tingkat selanjutnya yang lebih tinggi apabila sudah melebihi dari 0,8.
Rentang nilai dan kriteria yang ditetapkan tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 5. Kriteria Penilaian Kinerja Sekolah Secara Keseluruhan
Rentang Nilai
Kriteria Penilaian Kinerja
1,0 – 1,8
Buruk
1,9 – 2,6
Kurang Baik
2,7 – 3,4
Sedang
3,5 – 4,2
Baik
4,3 – 5,0
Sangat Baik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar